Aliran Ilmu Filsafat Naturalisme

Aliran Ilmu Filsafat Naturalisme

Naturalisme, dapat didefinisikan adalah segala sesuatu yang ada adalah bagian dari alam dan tidak ada kenyataan selain atau diluar alam. Ketika hal tersebut mewakili sebagai definisi global, namun definisi tersebut tidak terlalu informatif atau akurat. Jika “alam” dikenali sebagai apapun yang dimiliki alam adalah natural, maka tuhan, malaikat, dan ruh-ruh di dunia lain juga di klasifikasikan sebagai natural (orang theologi telah memiliki spekulasi mengenai alam dari tuhan, malaikat, dan ruh). Perdebatan menarik terjadi ketika sudah menyangkut apa yang disebut dengan ‘alam dari alam’ mengidentifikasi apa yang positif disebut bagian dari alam atau apakah itu natural dan apa yang tidak termasuk. Ketidakjelasan dari maksud “naturalisme” dan “alam” menciptakan keresahan akhir akhir ini. Kita berada dalam sebuah lingkungan intelektual dimana ada sebuah kesadaran bahwa naturalisme adalah filosofi yang benar dengan kerangka hampir semua area filosofi (Goetz & Talieferro, 2008). Menurut Kai Nielsen, Naturalisme menolak bahwa ada realita spiritual atau supernatural lainnya. Tidak ada substansi mental murni, dan tidak ada realita supernatural yang melebihi apa yang ada di dunia, atau setidaknya kita tidak memiliki dasar yang kuat untuk mempercayai bahwa ada realita yang seperti itu.

Naturalisme adalah sebuah alat yang seharusnya kita gunakan dalam menjawab sebuah masalah filosofi adalah sebuah metode dan pencarian mengenai ilmu yang sudah matang (Rosenberg: 2005). Sebuah pandangan naturalisme dapat mempertahankan unsur kebudayaan kita yang kaya dan moral. Naturalisme hadir ketika filosofi positivisme dianggap sudah tidak ideal lagi. Dalam hal ini naturalisme adalah lawan dari supranaturalisme.

Penulis: Ika Rofiah.D, Sukma Yona.A, Kanaka Bhaswara.P, Diva Nadiastiti.A (Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya 2014)

Leave a Reply

TUTUP