Apakah yang dimaksud dengan DKV?

Apakah yang dimaksud dengan DKV?

Di jaman saat ini pastinya kita semua sudah tidak asing lagi dengan yang namanya desain komunikasi visual (DKV). Bahkan jurusan desain komunikasi visual sudah hampir menjadi “jurusan wajib” bagi banyak perguruan tinggi swasta maupun negeri, karena banyaknya peminat jurusan ini. Namun, apa sih DKV itu sebenarnya? Mungkin beberapa dari kita masih ada yang belum mengetahuinya. Yuk, cari tahu lebih lanjut lewat penjelasan-penjelasan berikut ini!

Apa Itu DKV?

Buat yang belum tahu, Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Jadi, DKV ini bisa disebut adalah perpaduan seni desain tradisional yang menggunakan pensil dan kertas dengan teknologi digital.

Fungsi Desain Komunikasi Visual

Lantas, apa saja kegunaan dari mempelajari dan menguasai Desain Komunikasi Visual ini? DKV dapat menjadi sarana identifikasi. Dengan membuat desain tentang seseorang atau sebuah produk, maka akan membuatnya menjadi lebih mudah dikenali. Terlebih bagi produk yang dijual, akan lebih mudah untuk dikenali dan menarik minat konsumen. Kemudian yang kedua adalah sebagai sarana instruksi dan informasi. Sebagai sarana instruksi dan informasi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya dalam petunjuk, arah, skala, dan posisi. Kemudian fungsi lainnya adalah sebagai sarana promosi dan presentasi. Tujuan dari DKV adalah untuk menyampaikan pesan, mendapat perhatian (atensi) secara visual sehingga mudah diingat.

Unsur – Unsur Desain Komunikasi Visual

unsur tersebut adalah warna. Dengan warna, orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan, atau membedakan sifat-sifat visual secara jelas. Unsur berikutnya adalah format. Format adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu objek. Dengan menggunakan unsur ini anda dapat menciptakan kontras dan penekanan pada objek desain anda. Berikutnya adalah tekstur, yang merupakan tampilan permukaan dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Selanjutnya ada ruang, yang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya pada objek yang sedang didesain. Lalu ada garis, yang merupakan unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin lainnya sehingga, bisa membentuk gambar garis lengkung, atau garis lurus. Terakhir tak ketinggalan adalah bentuk, yaitu segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar.

Sumber: International Design School

TUTUP